Showing posts with label Linux. Show all posts
Showing posts with label Linux. Show all posts

Tuesday, April 4, 2017

Membuat Topologi Sederhana Debian Router dengan Virtual Box

Pendahuluan

Debian Router merupakan sebuah perangkat yang digunakan sebagai gateway menuju network atau jaringan lain, bagi client - clientnya. Namun, router di sini menggunakan sistem operasi Debian, dan service yang terinstall di debian tersebut hanyalah service dari sebuah perangkat router.

Latar Belakang

Berlatar belakang dari keinginan saya dan teman - teman saya untuk mencoba membuat sebuah topologi Debian Router, saya mencoba untuk membuat topologi yang sederhana dengan menggunakan VirtualBox.

Maksud dan Tujuan

Mencoba membuat topologi sederhana dengan VirtualBox, sebagai awal dari sebuah topologi yang sebenarnya, agar topologi yang saya dan teman - teman saya rancang bisa diperhitungkan hasilnya.
Disini saya menggunakan untuk VM 1 Debian dan VM 2 saya install LinuxMint, namun lebih baik memakai yang lebih ringan saja, seperti Ubuntu server, walaupun server, namun masih bisa digunakan sebagai client.

Alat dan Bahan

[+] Virtual Box
  • VM 1 (OS Debain 8.6)
  • VM 2 (Linux Mint 18 Cinnamon)
[+] Koneksi Internet

Jangka Waktu Pelaksanaan

Kurang lebih 15 - 20 menit

Tahap Pelaksanaan

Pastikan bahwa kita sudah membuat 2 VM di VirtualBox, dan sudah kita install dengan Debian (sebagai server) dan Linux Mint (sebagai client), setelah itu kita tinggal merangkai topologinya

Pertama kita buka Virtual Boxnya, klik pada VM Debian, lalu Klik Setting > Networks. Karena di dalam topologi saya membuat Debiannya mempunyai dua interfaces, yaitu eth0 dan eth1, eth0 untuk mendapat DHCP dari ISP, dan eth1 untuk gateway dari client linux Mint.
Masuk ke Adapter 1 lalu centang Enable Network Adapter, pada Attached Network, pilih opsi NAT

Lalu klik pada Adapter 2, centang pada Enable Network Adapter, dan pada Attached to, pilih opsi Internal Network

Lalu klik OK, lalu kita setting juga VM LinuxMint, klik pada VM LinuxMint, lalu klik Setting>Network, lalu centang Enable Network Adapter, pada Attached to, pilih opsi Internal Network, lalu klik OK

Wew, sekarang topologinya sudah terbentuk, kita tinggal melakukan konfigurasi ip address di masing - masing perangkat baik itu Debian maupun LinuxMint. Pada Debian kita klik Start, lalu login dengan username: root.
Lalu kita konfigurasi ip address dengan memasukkan perintah:
# vim /etc/network/interfaces
Tekan tombol Insert untuk masuk mode Insert, lalu setting interface eth0 dengan dhcp, karena eth0 akan menerima ip secara otomatis/dhcp dari NAT, lalu untuk eth1 kita setting static, sebagai gateway dari  client LinuxMint, lalu save dengan menenekan tombol esc,

lalu masukkan :wq. Jangan lupa restart network nya dengan memasukkan perintah:
# /etc/init.d/networking restart
lalu kita konfigurasi ip forwarding dan membuat firewall NAT agar client bisa mendapatkan koneksi ke internet, dengan memasukkan perintah-perintah di bawah ini:
> sudo -i
# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
# iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
# iptables -A FORWARD -i eth1 -j ACCEPT
# exit
Lalu kita Start juga VM client LinuxMint, lalu setting ip addressnya, dengan:
address       : 10.3.2.2
subnetmask    : 255.255.255.0
gateway       : 10.3.2.1 ==>>ip eth1 dari debian server
dns           : 8.8.8.8 ==>> ip dari dns google
klik Save, lalu restart networknya, setelah itu buka terminal lalu ping, apakah sudah berhasil...? :v


Kesimpulan

Dengan membuat topologi sederhana Debian Router lewat aplikasi VirtualBox ini, akan membuat kita jadi sedikit memahami tentang apa itu Debian router, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja service/layanan yang diberikan kepada client.

Referensi

id.wikipedia.org/
all my friends and parners
Read more

Monday, April 3, 2017

Cara menginstall Packettracer dan Menampilkan Iconnya di StartMenu LinuxMint 18

 

Pengertian

  • Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

Latar belakang

  • Latar belakang dari postingan ini adalah karena listrik yang sering mati, dan servernya juga ikut mati, jadi saya memutuskan untuk menginstall Cisco Packettracer untuk membuat simulasi topologi, agar saya bisa tetap membuat program kerja, walaupun ada kendala seperti ini.

Maksud dan Tujuan

  • Menginstall aplikasi Packettracer dan mencoba menampilkan icon-nya di startmenu dan desktop.

Alat dan Bahan

  • Aplikasi Packettracer v7.0
  • Niat dan Do'a agar diberikan keberhasilan :v

Jangka Waktu Pelaksanaan

  • 7 - 10 menit

Tahap pelaksanaan

  • Pastikan bahwa kita sudah mempunyai file Packettracer v7.0-nya, atau download dari situs resminya disini,
  • jika sudah punya file packettracer-nya,ekstrak dengan dengan menggunakan perintah:
# tar -xvf PacketTracer70_64bit_linux.tar.gz
  • setelah di ekstrak, pindah ke directory hasil ekstrakan tadi dengan menggunakan perintah:
# cd PacketTracer70
  • lalu sekarang kita gunakan perintah ls untuk melihat file hasil ekstrakan tadi,
  • disitu akan terlihat file bernama install, file itulah yang akan kita execute untuk memulai proses installasi PacketTracer-nya
  • Langsung saja kita install dengan menggunakan perintah:
# ./install
  • lalu kita akan masuk ke Cisco Packet Tracer Software License Agreement,
  • kita tekan Enter terus sampai selesai, tapi jangan sampai kelewatan, wkwk, sampai 100 % saja,
  • setelah itu kita akan diberikan pilihan untuk memilih [Y/n], maka masukkan "Y", lalu tunggu sampai proses installasi nya selesai, tapi perhatikan setiap proses dari installasinya, karena ada beberapa pilihan lagi yang harus kita pilih,
  • pilihlah dengan bijak, berpikirlah sebelum bertindak, wkwk
  • setelah proses installasi ini selesai, kita masih belum bisa membuka Packet Tracer lewat sebuah icon di Startmenu,
  • maka di sini kita akan mengkonfigurasi, agar bisa menampilkan Icon atau shortcutnya di startmenu, agar lebih mudah membukanya, tanpa harus membuka terminal terlebih dahulu
  • pertama kita edit file konfigurasi desktop icon, dari packettracer, dengan memasukkan perintah:
# nano /usr/share/applications/packettracer.desktop
  • setelah itu kita edit file nya seperti ini
  • setelah itu kita lihat di startmenu,dan kita bisa memindahkannya ke desktop
  • sebelumnya saya telah menambahkan sebuah icon di folder /usr/share/icons/, maka nanti iconnya akan berbeda

Kesimpulan

  • Dengan memperbaiki icon packettracer dan menampilkannya ke startmenu dan desktop, kita jadi lebih mudah untuk mengexecute shortcutnya, tanpa harus membuka terminal

Referensi

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Packet_Tracer
Read more

Saturday, April 1, 2017

Remote Server Dengan SSH Tanpa Menggunakan Password

Pengertian
Secure Shell atau biasa disingkat SSH adalah sebuah jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman, login antarmuka baris jaringan, perintah eksekusi jark jauh, dan layanan jaringan lainnya antara dua jaringan komputer.
Latar Belakang
Sebagai seorang admin dari sebuah server pastinya tidak ingin waktunya sedikit terbuang hanya untuk memasukkan sebuah password untuk meremote servernya lewat SSH. Cara praktis ini bisa digunakan untuk memudahkan kita dalam meremote server lewat SSH
Ada yang bertanya, cara ini aman atau tidak..? Jawabannya aman - aman saja, karena tidak semua yang meremote server kita menggunakan SSH, tidak memasukkan password, hanya laptop/PC yang identitas SSH-nya di transfer ke server yang bisa login SSH tanpa password.
Maksud dan Tujuan
Meremote Server menggunakan SSH tanpa memasukkan password, agar login menjadi lebih mudah dan tanpa ribet karena tidak perlu memasukk password.
Alat dan Bahan
[+] PC Server terinstall SSH server, bisa menggunakan VirtualBox
[+] Laptop untuk remote server dengan SSH
[+] Koneksi ke server
Jangka Waktu Pelaksanaan
5 - 7 menit
Tahap Pelaksanaan
Pertama buka terminal lalu masuk sebagai superuser dengan menggunakan perintah sudo su, masukkan password lalu tekan enter,
setelah itu kita harus melakukan generate terlebih dahlu, dengan menggunakan perintah:
# ssh -keygen -t rsa
lalu kita tekan enter sampai selesai :v

setelah itu coba pindah ke folder /root/.ssh apakah sudah ada file baru di folder tersebut, dengan memasukkan perintah:
# cd /root/.ssh/
lalu ls untuk melihat isinya,
di directory tersebut akan terlihat file baru dengan nama id_rsa.pub,
lalu kita supercopy file tersebut ke server dengan menggunakan perintah:
#scp id_rsa.pub username@ipserver:/home/userdirectory
misalnya punya saya:
# scp id_rsa.pub wahid@10.3.2.11:/home/wahid

setelah itu, kita remote server seperti biasa dan masih menggunakan password,

lalu kita buat sebuah directory dengan nama .ssh, dengan memasukkan perintah:
# mkdir .ssh
lalu kita copy file yang kita supercopy tadi ke dalam directory tersebut dengan nama berbeda, dengan memasukkan perintah:
# cp id_rsa.pub .ssh/authorized_keys
lalu kita masuk ke directory ssh untuk mengecek filenya, dengan memasukkan perintah:
# cd .ssh/
lalu kita ls untuk mengecek isinya,
sekarang kita exit dari remote ssh ke server, lalu coba untuk meremote-nya lagi dengan menggunakan ssh, dan kita berhasil meremote server kita dengan menggunakan ssh tanpa memasukkan password :v
Kesimpulan
Dengan menggunakan cara remote server dengan SSH tanpa memasukkan password ini, maka kita tidak perlu ribet - ribet memasukkan password, apalagi bila kita lupa password server kita.
Dan cara ini juga aman untuk digunakan karena hanya laptop/pc client yang identity authorized_keys-nya tercantum di pc server, yang bisa meremote-nya menggunakan SSH tanpa memasukkan password.
Referensi
[+] https://id.wikipedia.org/wiki/SSH
[+] All my partners and friends
Read more

Thursday, March 30, 2017

LDAP Installation

1. Pendahuluan
  • LDAP atau kepanjangan dari Lightweight Directroy Access Protocol adalah protokol untuk mengelola informasi, terkait dengan lokasi terpusat melalui penggunaan hirarki file dan directory.
  • Fungsinya mirip dengan database relasional dengan cara tertentu, dan dapat digunakan untuk mengatur dan menyimpan informasi apapun. LDAP umumnya digunakan untuk otentikasi terpusat.
2. Cara Kerja LDAP
  • Proses otentikasi pengguna proxy server nantinya akan diterapkan untuk membuat pengaksesan proxy server hanya ditujukan pada pengguna yang terdaftar saja. System ini menggunakan model client server, dimana client, dalam hal ini adalah pengguna proxy server, mengirimkan identifier data untuk mengakses proxy kepada server menggunakan protokal LDAP dan TCP/IP, dan server mencarinya pada Directory Information Tree ( DIT ) yang tersimpan pada server. Jika ditemukan hasilnya akan dikirimkan ke client, sehingga client dapat mengakses proxy server dan dapat mengakses sumber daya pada server atau layanan internet, namun bila tidak, maka pengguna tidak akan bisa mengakses proxy server.
3. Latar Belakang
  • Pengaksesan sumber daya pada server umumnya dilakukan dengan menggunakan dua mekanisme. Mekanisme yang pertama, pengguna dapat langsung mengakses sumber daya tersebut tanpa memerlukan proses otentikasi. Sedangkan proses yang kedua, setiap pengguna diharuskan melakukan proses otentikasi agar dapat mengakses sumber daya pada server.
  • Penerapan proses otentikasi pengaksesan sumber daya pada server, dimana proses  otentikasi akan dilakukan oleh proxy server, perlu diimplementasikan, sehingga yang dapat mengakses sumber daya server hanyalah pengguna yang terdaftar saja. Proses ini akan membuat sistem informasi server menjadi lebih aman dan akan memudahkan sistem administraor dalam menentukan privilege bagi pengguna proxy server.
4. Maksud dan Tujuan
  • Memahami apa itu LDAP dan bagaimana cara kerjanya, serta mengetahui installasi, konfigurasi, dan bagaimana cara menambahkan unit organisasi, grup, dan pengguna.
5. Alat dan Bahan
  • OpenLDAP
  • PHPLDAPAdmin
  • PC/Laptop yang sudah terinstall webserver
6. Langkah Kerja 1 (Installasi dan Konfigurasi LDAP)
  • Pastikan terlebih dahulu webserver sudah terinstall dengan benar atau belum, atau masih ada  komponen - komponen webserver yang belum terinstall
  • Untuk meginstallnya, kita bisa menggunakan repository bawaan dari Linuxmint atau Ubuntu kita.
  • Untuk menginstallnya, kita bisa memasukkan perintah:
# apt-get install slapd ldap-utils
  • dengan perintah diatas, maka aplikasi LDAP akan otomatis terinstall, beserta aplikasi - aplikasi dependensi yang dibutuhkan
  • jangan lupa masuk ke superuser, dengan menggunakan perintah sudo su, atau bisa menambahkan sudo didepan perintah tersebut, menjadi sudo apt-get install slapd ldap-utils
  • Lalu kita akan diminta untuk memasukkan dan mengkonfirmasi sandi administrator untuk akun administrator LDAP


  • Setelah installasi selesai, kita harus mengkonfigurasi ulang paket LDAP. untuk mengkonfigurasi ulang LDAP ketikkan perintah:
# dpkg-reconfigure slapd
  • lalu kita akan diberikan beberapa pertanyaan bagaimana kita akan mengkonfigurasi perangkat lunak
  • pada pertanyaan "omit OpenLDAP server configuration", pilih "Tidak"
  • pada konfigurasi "DNS domain name", ini akan membuat struktur dasar pada direktori kita
  • pada pemberian "DNS domain name", tidak ada aturan bagaimana mengkonfigurasinya, jika kita memiliki domain yang aktif pada server kita, kita bisa menggunakannya, namun jika tidak punya, gunakan terserah dengan yang kita inginkan
  • disini saya menggunakan "oxob.net"
  • lalu pada pemberian "Organization name", isikan terserah yang kita inginkan
  • disini saya menggunakan "cl4nstyl3"
  • pada pemberian password, isikan password pada saat kita melakukan installasi, lalu konfirmasi

  • pada pertanyaan "Databasse backend", kita gunakan "HDB"
"Kenapa mengunakan HDB ?, sebenarnya HDB dan BDB menggunakan format penympanan yang sama, tetapi HDB menambahkan dukungan untuk sub rename. Namun, keduanya mendukung opsi konfigurasi yang sama"
  • selanjutnya, pada pertanyaan "Do you want the database to be removed when slapd is purged?", itu maksudnya adalah "Apakah kita ingin menghapus database ketika slapd dibersihkan atau dihapus?", kita pilih "No"
  • lanjut pada pertanyaan berikutnya yaitu "Move old database?" atau "Pindah database yang lama?", kita pilih "Yes"
  • pada pertanyaan terakhir "Allow LDAPv2 protocol?" atau "Izinkan protocol LDAPv2?", kita pilih "Yes" bila teman - teman masih memakai protokol LDAPv2, bila tidak, pilih "No"
  • setelah pertanyaan terakhir di atas, installasi dan konfigurasi LDAP telah selesai, selanjutnya kita akan menginstall PHPLDAPAdmin.
7. Langkah Kerja 2 (Installasi dan Konfigurasi PHPLDAPAdmin)
  • Setelah kita menginstall LDAP, kita perlu mengelola LDAP ini, melalu antarmuka web yang disebut PHPLDAPAdmin. Dan aplikasi ini juga sudah tersedia pada repository bawaan LinuxMint dan Ubuntu
  • kita install dengan memasukkan perintah:
# apt-get install phpldapadmin
  • dengan menggunakan perintah diatas, otomatis akan menginstall aplikasinya dan menginstall PHP web dependensi yang dibutuhkan
  • jangan lupa juga masuk ke superuser, dengan menggunakan perintah sudo su, atau dengan menambahkan sudo didepan perintah tersebut, menjadi sudo apt-get install phpldapadmin
  • lalu edit file config.php yang berada di direktori /etc/phpldapadmin/, dengan memasukkan perintah:
# nano /etc/phpldapadmin/config.php
  • Lalu beberapa baris berikut dan ubah:
  • pada baris berikut ini, ubah menjadi domain atau IP address yang akan kita gunakan untuk me-referensi server kita, karena saya menginstallnya di "localhost", maka kita isi "localhost"
$servers->setValue('server','host','domain_name_or_IP_address');
menjadi
  $servers->setValue('server','host','localhost');

  • pada langkah selanjutnya, kita perlu mencerminkan atau menyamakan nilai DNS yang kita berikan, namun dengan memisahkan masing - masing komponen domain. komponen domain adalah sesuatu yang dipisahkan oleh sebuah titik
  • komponen - komponen ini kemudian diberikan sebagai nilai - nilai untuk atribut "dc" atau biasa disebut "domain component"
  • misalnya kita menggunakan DNS entry saya "oxob.net", maka kita mengkonfigurasikannya dengan"dc=oxob,dc=net"
  • pada baris berikut ini ubah seperti yang telah saya jelaskan di atas
$servers->setValue('server','base',array('dc=example,dc=net'));
menjadi
$servers->setValue('server','base',array('dc=oxob,dc=net'));

  • lalu edit juga baris berikut ini:
$servers->setValue('login','bind_id','cn=admin,'dc=example,dc=com')
menjadi
$servers->setValue('login','bind_id','cn=admin,'dc=oxob,dc=net')
  • lalu kita cari bagian berikut tentang "hide template warning" atau dalam bahasa indonesia "sembunyikan tampilan peringatan", kita ganti kata "false" menjadi "true"
$config->custom->appearance['hide_template_warning']=false;
menjadi
$config->custom->appearance['hide_template_warning']=true;
  • Simpan dengan menggunakan CTRL + X, pilih Yes, lalu enter
  • buka web browser dan akses LDAP kita dengan menggunakan "domain atau alamat IP" di ikuti dengaan "/phpldapadmin", di webbrowser kita
  • misalnya, karena saya menginstallnya di "localhost", maka saya mengetikkan "localhost/phpldapadmin"
  • lalu klik login di sebelah kiri
  • lalu akan muncul prompt login, pada form "Login DN", biasanya sudah terisi otomatis, misalnya saya sudah terisi otomatis dengan "cn=admin,dc=oxob,dc=net"
  • masukkan password yang kita gunakan waktu installasi
  • lalu klik "authenticate"
  • lalu kita bisa melihat di sisi kiri, bila kita mengklik tanda "+", disamping komponen domain (dc=oxob,dc=net), kita akan melihat login admin digunakan.
8. Langkah Kerja 3 (Menambahkan Organisasi, Grup, dan Pengguna)
  • LDAP sebenarnya sangat fleksibel, kita dapat membuat hirarki dan hubungan dalam berbagai cara, tergantung pada jenis informasi yang kita butuhkan dapat diakses dan jenis penggunaan yang kita miliki.
  • Kita akan membuat beberapa struktur dasar untuk informasi kita dan kemudian kita isi dengan informasi.
  • Yang pertama, kita akan mencoba membuat "Organization Unit" atau "Unit Organisasi"
  • kita akan membuat beberapa kategori informasi dimana kita akan menempatkan informasinya. Karena ini konfigurasi dasar, kita hanya perlu dua kategori: disini saya menggunakan nama "cl4nstyl3" dan "z3t4br4nd"
  • pertama, klik pada "create new entry here" link di sisi kiri
  • lalu akan muncul sebuah tampilan yang menampilkan banyak entri yang dapat kita buat
  • karena kita hanya menggunakan ini sebagai struktur organisasi, bukan sebuah entri informasi-berat, maka kita menggunakan "Generic: Organizational Unit"
  • lalu kita akan diminta untuk membuat nama untuk organisasi kita, yang pertama saya masukkan "cl4nstyl3"
  • kemudian kita diberikan pertanyaan "apakah kita perlu melakukan perubahan?" kita ikuti saja, dengan klik "commit", lalu "update"
  • setelah kita selesai, maka kita akan melihat entri baru di bagian kiri
  • lalu kita bisa menambahkan satu lagi unit organisasi yaitu "z3t4br4nd" dengan melakukan hal yang sama seperti diatas
  • setelah kita sudah membuat unit organisasi, kita harus membuat isi dari unit organisasi tersebut, yaitu "grup" atau "kelompoknya" dan "user account" atau "penggunannya"
  • disini saya akan menambahkan tiga "grup" pada pada unit organisasi "cl4nstyl3" dan tiga "user account" pada unit organisasi "z3t4br4nd"
  • klik saja pada entry "cl4nstyl3", lalu akan muncul sebuah tampilan
  • kita klik "Create a child entry"
  • lalu kita pilih "Generic: Posix Group"
  • lalu kita isi "Group"-nya terserah, disini saya menggunakan nama "0x0b03"
  • lalu klik "Create Object"
  • klik "commit", lalu "update"
 


 
  • kita bisa melihat sebuah entry baru, yaitu sebuah grup "0x0b03" dari unit organisasi "cl4nstyl3"

  • untuk membuatnya lagi sampai tiga nama "Group", kita tinggal mengulangi caranya, dan mengganti nama "Group"nya
 
  • kita bisa melihat gambaran dari entri dalam kategori "ou=cl4nstyl3" dengan mengklik entri tersebut, setelah itu klik "view 3 children"
  • setelah itu kita bisa mencoba untuk membuat sebuah "user" atau "pengguna" untuk dimasukkan ke dalam "group" yang telah kita buat
  • kita mulai dengan mengklik "ou=z3t4br4nd", lalu klik "Create a child entry"



  • lalu akan muncul sebuah tampilan yang berisi banyak kategori entry, kita pilih "Generic: User Account"
  • lalu kita akan di beri banyak bidang untuk kita isi
  • isi semua entri dengan informasi yang masuk akal bagi "user" atau "pengguna" kita
  • perlu diingat adalah bahwa "Common Name" harus unik untuk setiap entri dalam kategori. Jadi, Anda mungkin harus menggunakan format nama bukan default "FirstName LastName" yang otomatis diberikan.
  • lalu kita klik "Create Object" di bagian bawah


  • lalu akan muncul sebuah tampilan dan kita harus mengkonfirmasi pada bagian ini
  • kita bisa membuat pengguna tambahan dengan menyalin entri tersebut
  • klik saja pada "user account" atau "pengguna" yang baru saja kita buat panel sebelah kiri, lalu klik "copy or move this entry"
  • lalu kita hanya mengubah "cn=wahid oxob" misalnya pada bagian entri yang menunjuk ke "cn" atau "common name", kita ganti dengan nama baru misalnya "wahid fox"
  • lalu kita klik "copy"
  • lalu akan muncul halaman berikutnya, kita isi dengan "user account" yang pertama kita buat
  • kita perlu menyesuaikan dan mecocokkan informasi "user account" baru dan pastikan juga untuk menyesuaikan "uidNumber"
  • klik "Create Object" pada bagian bawah
  • setelah kita sukses menambahkan "user account" ke sebuah "grup", kita akan mencoba membuat "Users to Group" ke sebuah "Group" juga
  • kita klik pada sebuah "Group" pada "Organization Unit" yang pertama, yaitu punya saya "0x0b03"
  • kita klik, lalu pada panel utama, kita klik "Add new attribute"
  • pada sebuah sebuah kotak di samping tulisan "Add attribute", klik untuk menampilkan menu "drop down", lalu pilih "memberUid"
  • lalu masukkan "user" pertama yang ingin kita masukkan, misalnya saya isi dengan nama "p3nggun4"
  • lalu klik "update object"
  • kemudian kita bisa menambahkan lebih banyak anggota dengan mengklik "modify group members" dan memilih pilihan yang tersedia

9. Kesimpulan
  • Setelah saya mencoba melakukan install, konfigurasi, dan mengatur beberapa "user" dan "group", saya merasa masih dapat memperluas informasi dan menambahkan semua struktur organisasi yang berbeda.
  • Saya juga akan mencoba "bagaimana untuk otentikasi menggunakan kredensial LDAP untuk layanan server"
10. Referensi
Read more